Sebanyak 20 desa sudah melakukan kegiatan Lingkar Remaja selama bulan Januari-Februari 2019. Kegiatan ini merupakan kerjasama Unicef dengan LPA NTB.

Sebanyak 20 desa itu masing-masing berada di Lombok Barat 4 desa, Lotim 4 desa, dan 12 desa di Lombok Utara. L:ingkar Remaja diwarnai dengan berbagai pendekatan sepeerti pengenalan diri sendiri dan permainan game terutama melatih dalam mengatasi masalah dan memetakan potensi diri dan potensi desa. Terdapat pula materi Damai Desaku dan materi pendewasaan usia perkawinan.

Koordinator Psikososial Lingkar Remaja, Warniati, mengemukakan kegiatan ini menerima antusiasme remaja desa dan diikuti masing-masing 20-25 orang berusia antara 10-18 tahun. “Masyarakat  sangat mendukung kegiatan tersebut karena beberapa desa di luar desa binaan meminta agar kegiatan semacam itu ada di desa mereka,” kata Warniati.

Dalam kesempatan itu, mereka diharapkan melihat dan menganalisa potensi desa dengan sumber daya yang cukup sehingga mereka bisa terlibat. Sebutlah desa wisata dengan sumber daya alam yang melimpah, sejak awal mereka diharap memelopori kemajuan di desanya.

Menurut rencana, satu desa akan menjalani  20 kali pertemuan sampai fasilitator remaja bisa mengembagkan kemampuan dalam berkomunikasi dengan orang lain serta memengaruhi berbagai kebijakan di desa dengan kemamuan komunikasinya.

Kata Warniati, hal yang menarik dari kegiatan Lingkar Remaja, para orangtua dari remaja tersebut saking antusiasnya apa yang menjadi kebutuhan kegiatan  itu yang disuport. Sebutlah di Desa Tegalmaja, Kecamatan Tanjung, KLU yang belum lama ini diterjang gempa. “Orangtua anak menyuport apa yang dibutuhkan,” katanya.

Peserta Lingkar Remaja berasal dari bebagai latarbelakang termasuk dari perbedaan latarbelakang agama. Sementara itu fasilitator remaja diambil dari desa setempat yang berasal dari karang taruna maupun guru.