Pemenuhan dokumen kependudukan warga yang dilakukan LPA NTB-Unicef membuat warga terbantu dalam mengakses sejumlah bantuan sosial. Di Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Barat yang menjadi intervensi, warga akhirnya bisa mendapatkan bantuan Covid 19.

Sejumlah warga rentan Desa Jango, misalnya, semula kesulitan mengakses bantuan sosial karena tidak memiliki dokumen persyaratan yang diperlukan.  Pokja Desa Jango kemudian memasilitasi pemenuhan dokumen itu.

Suari , perempuan kelahiran 13 September 1950 semula hanya memiliki KK tapi belum perekaman KTP, sehingga Pokja Desa Jango memfasilitasi untuk melakukan perekaman KTP di kecamatan sampai tercetak KTP di Disdukcapil Lombok Tengah.

Sarinah, perempuan kelahiran 11 November 1962 memiliki persoalan lain. Ketika verifikasi data, nama yang turun dari Pusat memiliki NIK berbeda. Pokja kemudian membantu menyinkronkan data ke Disdukcapil dengan membuatkan keterangan di desa bahwa  yang bersangkutan adalah pemilik nama penerima manfaat.

Ruslam, perempuan kelahiran 1 Juli 1955 mengaku kehilangan KK sehingga Pokja membantu menguruskan untuk dicetakkan kembali. Sedangkan Supardi, laki-laki kelahiran Jango 1 Juli 1959 belum memiliki dokumen Kependudukan, sehingga hanya tercover oleh BLT DD, kemudian Pokja membantu menguruskan dokumen kependudukannya untuk dapat mengakses bantuan bantuan yang lainnya kedepan.

Warga rentan berhasil mengakses bantuan Covid 19 berkat pendampingan LPA NTB. Di Lombok Barat, jika penerima bantuan belum memiliki adminduk terkait KTP/KK maka desa akan membuatkan surat keterangan domisili sebagai pengganti KTP/KK dengan catatan yang bersangkutan juga mengurus kepemilikan KTP/KK.

Di Desa Midang, Pokja Adminduk setempat membantu kepengurusan berkas penerima bantuan Covid-19. Sebanyak 13 warga dibantupengurusan Kartu keluarga (Pembaharuan Kartu Keluarga), masing-masing atas nama.

  1. Murniati (49) Perempuan – Cerai Mati, Dusun
  2. Hadiah (73) Perempuan – Cerai Mati.
  3. Selemah (63) Perempuan – Cerai Mati.
  4. Satriah (59) Perempuan – Cerai Mati.
  5. Raedah (54) Perempuan – Cerai Mati.
  6. Sumarni (67) Perempuan – Cerai Mati.
  7. I Munah (85) Perempuan – Cerai Mati.
  8. Mernah (73) Perempuan – Cerai Mati.
  9. Misbatun (58) Perempuan – Cerai Mati.
  10. Hj. Sutiah (63) Perempuan – Cerai Mati.
  11. Sar’I (59) Laki-laki
  12. Awaludin (52) Laki-laki
  13. Asrah (66) Laki-laki.

Sedangkan di Desa Lembah Sari, Pokja Adminduk Desa membantu kepengurusan berkas penerima bantuan Covid-19 dengan cara mendampingi perekaman KTP di Kecamatan dan Kepengurusan KK atas nama Sa’mah (75), perempuan asal Dusun Lendangre.