Di Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, sebagian besar akta kelahiran dan dokumen administrasi kependudukan (adminduk) lainnya hilang karena tertimbun gempa beberapa waktu lalu. Kehadiran Negara di desa setempat dalam pelayanan keliling LPA-Unicef bekerjasama dengan Dinas Dukcapil KLU, Rabu (20/2), memberi jalan keluar bagi masyarakat melengkapi identitas hukumnya yang hilang.

Salah seorang warga bernama Rohimah (24 th) mengakui dokumen identitas hukumnya rusak. Salah satu berupa KTP yang robek akibat tertimbun reruntuhan. Oleh karena itu, Rohiman datang ke lokasi pelayanan keliling untuk memperbaiki dokumen miliknya dengan yang baru.

“Saya sangat senang dengan pelayanan keliling ini karena kami tidak perlu jauh-jauh datang ke Dukcapil untuk mengurusnya. Katanya hari ini bisa langsung jadi dan diambil,” kata ibu satu anak yang merasa bersyukur dilayani dengan baik. Ia mengaku mengetahui pelayanan tersebut dari corong masjid saat pelayanan keliling diumumkan.

Salah seorang kader LPA NTB, Pandu, menuturkan warga sangat antusias mendatangi lokasi pelayanan kelling karena mereka merasa ada efesiensi waktu. Mereka pun bisa berbaur dengan warga lain yang juga mengurus hal yang sama. Setidaknya, kata Pandu, ada 40 warga yang mengajukan akta kelahiran, sisanya sekira 50 untuk dokumen seperti KK dan KTP. Sebanak 8 warga diantaranya merupakan divabel.

Desa Bentek sendiri merupakan salah satu desa yang terkena dampak gempa bumi. Karena itu, hingga sekarang masih nampak rumah-rumah penduduk dipenuhi dengan puing-puing reruntuhan. Malahan pelayanan keliling dilakukan di areal yang cukup luas beratapkan terpal mengingat kantor desa setempat mengalami kerusakan.

Kepala Bidang PIAK dan Pemanfaatan Data Dukcapil KLU, Suparlan, mengakui jika sebagian besar yang mengurus dokumen adminduk disebabkan hilangnya dokumen tersebut akibat gempa bumi. Namun demikian, terdapat juga yang melakukan pengurusan dokumen baru.

Hampir tidak dijumpai permasalahan yang berarti mengingat kesadaran warga sudah mulai tumbuh. Khusus pembuatan akta kelahiran, warga sudah dilayani bahkan sejak melahirkan di rumah sakit. Karena itu, pelayanan kali ini adalah bagi yang belum sempat mengurusnya atau yang dokumennya hilang.

Dahulu, persoalan akta kelahiran sangat mengait dengan kebiasaan masyarakat. Sebutlah ketika sang ibu melahirkan di rumah sakit. Mereka enggan mengurus akta kelahiran dengan alasan harus menunggu acara bagi sang bayi agar lebih afdol. Sering dijumpai, ketika upacara sudah dilakukan mereka pun enggan mengurus akta kelahiran anaknya.

Warga sudah bisa menerima KK di Desa Bentek

“Itulah sebabnya banyak yang belum mempersiapkan nama anaknya ketika menjadi pasien bersalin di rumah sakit,” katanya. “Kini kami bahkan menyediakan nama-nama bayi yang bisa diambil para ibu yang melahirkan apakah bayinya laki-laki atau perempuan agar akta kelahiran anaknya cepat kelar,” ujar Suparlan.

Sejak tahun 2017 KLU sudah  mampu memenuhi target nasional pemenuhan adminduk. Pada tahun inipun pihaknya optimis bisa mencapai 95 persen mengingat pihaknya turun ke lapangan setiap hari. “Data kami yang belum memiliki akta kelahiran ada by name by address,” katanya. Hal ini memudahkan Dukcapil melakukan identifikasi dan menyelesaikan dokumen warga. ian