Sampai saat ini isu nasionalisme dan deradikalisasi masih menjadi sorotan. Diperlukan upaya inovatif untuk pencegahannya. Lembaga Perlindungan Anak Nusa Tenggara Barat (LPA NTB) mengimplementasikannya melalui program Inisiasi Pencegahan Kekerasan. Sebagai langkah awal, hari ini (15/2) LPA NTB menggelar konsolidasi program dengan wilayah dampingan. Salah satunya adalah desa Gegerung kecamatan Lingsar kabupaten Lombok Barat. Bertempat di aula desa setempat, LPA NTB melalui Project Officer (PO) sekaligus nara sumber kegiatan, Khairus Febryan Fitrahady, mengungkapkan maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan hari ini. Sebanyak dua puluh orang peserta yang hadir terlihat antusias mengikuti setiap sesi kegiatan.

Dalam acara pembukaan kegiatan itu hadir pula H. Muhyin dari Dinas P2KBP3A Kabupaten Lombok Barat. Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini, perlindungan anak membutuhkan koordinasi dan kerjasama dari semua pihak terkait.

“Keluarga, lingkungan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing yang saling terkait. Adanya koordinasi yang baik akan memudahkan upaya pemenuhan hak-hak anak,” ujarnya.

Sementara menurut nara sumber dari LPA NTB, Khairus Febryan Fitrahady, program tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya fokus program pada peran masyarakat dalam penanganan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH). Sedangkan tahun ini fokus pada peningkatan kapasitas anak dan keluarga.

“Selama program berjalan, LPA NTB akan membantu pihak desa dalam membentuk dan menguatkan Forum Anak serta parenting keluarga,” ujarnya saat menyampaikan garis besar materi program Inisiasi Pencegahan Kekerasan (IPK).

Selanjutnya guna memperoleh gambaran tentang bentuk kegiatan yang sesuai dengan karakter masyarakat kegiatan dipanjutkan dengan diskusi. Dalam diskusi hangat tersebut, muncul beberapa masukan terkait pembentukan Forum Anak Desa dan pembuatan awiq-awiq.

Pada akhir kegiatan pihak desa sangat antusias mendukung program yang akan dilaksanakan. Selain itu, masyarakat pun siap bekerjasama menyukseskan program IPK.