SELONG-Hari Anak Nasional (HAN) di Kabupaten Lombok Timur yang berlangsung, Rabu (28/8), di Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, diwarnai pemberian penghargaan kepada 12 desa yang dinilai sukses mendulang pemenuhan dokumen adminduk bagi warganya.

Desa itu masing-masing Desa Kalijaga Timur, Desa Aikmel Utara. Desa Toya dan Desa Aikmel di Kecamatan Aikmel, Desa Lenek dan Desa Sukarema di Kecamtan Lenek, Desa Embung Raja, Desa Suradadi, Desa Sukadana dan Desa Rarang Selatan di Kecamatan Terara, Desa Jurit Kecamatan Pringgasela, dan Desa Pringgabaya di Kecamatan Pringabaya.

Desa yang sebagian besar menjadi dampingan LPA Kompak itu diberikan penghargaan oleh Bupati Lotim berdasarkan ranking pemenuhan akta kelahiran yang cukup tinggi sekira 80 persen keatas.

Kabupaten Lombok Timur sendiri tengah mengejar target capaian yang tinggi dalam pemenuhan identitas hukum warganya dengan berbagai regulasi dan kebijakan. Hal itu berkorelasi dengan target Lotim sebagai kabupaten layak anak.

Bupati Lotim H.Sukiman Azmy yang diwakili Kadis Kesehatan setempat, H.Hasbi Santoso, menegaskan anak memiliki peran strategis dan mempunyai ciri serta sifat khusus yang memerlukan perlindungan. Hal ini untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan sosial mereka secara utuh.

Undang-undang Dasar 1945 telah mengamanatkannya melalui  Pasal 2B Ayat (2), di mana Negara menjamin hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta hak atas perlindungan dari kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.

Indonesia telah berkomitmen untuk memenuhi hak anak dengan meratifikasi Konvensi Hak Anak (KHA) guna mewujudkan World Fit for Children (Dunia Yang Layak Bagi Anak). Komitmen tersebut salah satunya ditunjukkan melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990. “Turunannya, dimulainya pengembangan Kabupaten/KLA, dengan tujuan akhir Indonesia Layak Anak,” kata Bupati.

    Pemerintah Lombok Timur sendiri telah pula memiliki komitmen menuju KLA sejak 2017 lalu. Tidak saja dengan deklarasi tapi diwujudkan pula dengan aksi.

     Pemenuhan hak anak sebagai salah satu poin guna mewujudkan KLA secara bertahap dan berkelanjutan terus dilakukan. Percepatan cakupan kepemilikan akta kelahiran misalnya. Program ini bahkan menjadi fokus pada Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat pada 2017 lalu dan terus ditingkatkan. Pembentukan sepuluh Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dukcapil pada tahun 2019 ini menjadi bagian dari upaya tersebut. “Dengan mendekatkan pelayanan dokumen kependudukan diharapkan cakupan kepemilikannya terus meningkat,” ujarnya.

                Bupati Sukiman menegaskan terbentuknya Desa Ramah Anak merupakan garda terdepan untuk mewujudkan KLA. Karena itu ia berharap Desa Jurit nantinya dapat menjadi model bagi pengembangan Desa Ramah Anak.

                “Tentu saja mewujudkannya tidaklah mudah. Kriteria yang harus dipenuhi mencakup semua aspek kehidupan anak. Tidak sekadar menyediakan lingkungan fisik yang sehat bagi anak, tapi juga lingkungan yang memberikan dampak posisitif secara psikologis bagi perkembangan anak,” urainya seraya mengaku percaya dengan dukungan serta kerjasama semua pihak hal itu menjadi lebih mudah.

                Selain desa, kata Bupati, keluarga sebagai satuan terkecil masyarakat memiliki peran yang tidak kalah besar dalam membentuk sebuah generasi. “Bila desa adalah garda terdepan maka keluarga adalah ujung tombaknya,” cetusnya seraya menyebut karena itulah Peringatan Hari Anak tahun 2019 mengambil Tema, “Peran Keluarga dalam Perlindungan Anak.”

Ia mengatakan tren menurunnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Lombok Timur diimbangi semakin meningkatnya kualitas keluarga-keluarga di Lombok Timur.Bupati berharap ada komitmen  menjadikan keluarga sebagai keluarga yang berkualitas, tidak hanya dari segi ekonomi tapi juga sosial psikologis.

Pada peringatan HAN yang dihadiri kepala OPD, camat dan kepala desa itu, diakukan penandatangan kesepakatan dengan sejumlah sekolah terkait dokumen adminduk khusus akta kelahiran serta pembagian KIA. Disela acara, para siswa menampilkan atraksi hiburan yang cukup memukau masyarakat yang memadati lokasi acara tersebut. ian