SELONG — Mulyadi dari BPD Toya mengeluhkan, “Kenapa kalau kita mengurus sendiri adminduk itu dipersulit, sedangkan kalau melewati pencaloan begitu cepat terlayani?”

Pada Bimtek Peningkatan Kapasitas BPD dan POKJA Adminduk di Desa Aikmel Utara yang dibuka Camat Aikmel, Jumat (30/4), Kadis Dukcapil Lotim, Sateriadi,  menegaskan bahwa  dari Dukcapil sebenarnya semua mudah dan cepat.

    “Tapi (itu) alasan calo untuk meminta uang lebih kepada masyarakat yang diuruskan,” katanya. Untuk mengatasi percaloan tersebut, Sateriadi menyarankan warga mengajak pemerintah desa dan melibatkan Pokja Adminduk yang sudah dibentuk oleh LPA. “Dengan adanya kerja sama tersebutlah kita bisa melakukan jemput bola ke desa melalui jalur desa. Jadi, peluang untuk pencaloan itu kecil,” cetusnya.

    Selain itu, kader Pokja juga harus bisa melakukan jemput bola dengan mengecek dokumen persyaratan masyarakat. “Diusahakan semua data harus benar dan valid agar tidak terjadi perbedaan dan kesalahan data yang nantinya akan dicetak oleh pihak Dukcapil,” ujarnya seraya mengingatkan bahwa sistem yang digunakan Dukcapil dalam IT itu sudah terprogram otomatis. Karena itu, hindari perbedaan data yang berbeda agar tidak terjadi kesalahan dikemudian hari.

     “Jadi, data harus benar-benar sinkron.Jika ada salah satu dokumen adminduk masyarakat tidak ada, maka segera diuruskan KK nya agar bisa mendapatkan dokumen lainnya,” paparnya.

Banyak Inovasi

Dukcapil Lotim banyak mengembangkan inovasi baru dalam sistem pelayanan dan kewenangan. Semua bergerak mempermudah dan mempercepat layanan bagi masyarakat dalam hal kepengurusan adminduk. Jadi, kita tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan paraf kepala dinas demi sahnya dokumen adminduk masyarakat.

“Sekarang sudah bisa diparaf lewat mena saja dan kapan saja dibutuhkan.Inilah inovasi baru yang ada di Dukcapil, pelayanan via online dalam bentuk barcode,” katanya.

Di samping inovasi BAKSO, SID dan BAKVIA, pelayanan jemput bola sudah dilakukan oleh pihak Dukcapil dimana Akta Kelahiran bisa cetak langsung di tempat dan langsung diterima oleh pemohon. Jadi, masyarakat yang dilayani tidak lagi menunggu lama untuk bisa mendapatkan dokumen adminduknya.

Terkait dengan KTP-el juga sudah bisa dientry langsung datanya kemudian dikirim ke pusat tanpa harus di bawa ke kabupaten untuk diproses. Karena dengan inovasi baru yang banyak mempermudah, semua sudah bisa dikendalikan. “Hanya saja pencetakan KTP-elnya saja yang belum bisa di cetak di tempat karena alat yang terbatas,” cetus Sateriadi.

Ia menambahkan, akte sudah bisa entry data sendiri. Jika semua proses entrynya selesai, akan ada pemberitahuan di HP bahwa silahkan cetak sendiri di rumah. Hasil itu, kata dia, sama keabsahannya dengan yang asli. Jika sudah punya kesempatan ke kabupaten tinggal menukarnya dengan yang aslinya.

“Statusnya seperti akte yang sudah dilegalisir,” katanya.