Lotim-Kaum hawa sangat antusias mengikuti musrenbang Perempuan di Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Selain membawa sederet usulan, mereka pun turut serta membawa anak-anaknya ke ajang musyawarah yang pertama kali terjadi selama menjadi warga di desa bersangkutan.

Musrenbang Perempuan Desa Kalijaga Timur merupakan  inisiasi LPA-Kompak untuk menjalankan perintah regulasi. Acara yang berlangsung Selasa (24/9) tersebut dipadati  peserta sejak pagi hingga sore hari. Hadir diantaranya Camat Aikmel Hadi Faturrahman, Kepala Desa Kalijaga Timur Abdul Manan, Kompak Lotim Nanik Muntohiyah, Ketua LPA Lotim Judan Putrabaya.

Kades Kalijaga Timur, Abdul Manan, mengemukakan musrenbang tersebut dalam rangka penyusunan rencana RKPDes tahun anggaran 2020. Karena itu ia mengharapkan perempuan menyampaikan keluh kesahnya  dalam musyawarah itu dengan harapan agarbisa djadikanacuan program pembangunan perempuan di desa bersangkutan.

Sednangkan Camat Aikmel Hadi Faturrahman menyampaikan Musrenbang Perempuan bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi khususnya oleh perempuan. “Karena itu harus antusias menyampaikan kebutuhan ibu-ibu untuk  meningkatkan kesjahteraan masyarakat. Ini kesempatan untu member andil dalam menjalankan perintah undang-undang,” kata Hadi.

Sebelumnya, pendamping desa Azwar Hamid, memaparkan kondisi perempuan di Kabupaten Lombok Timur. Hal yang paling viral adalah menyangkut penderita stunting di Lotim yang mencapai 42 persen. Bahkan di Desa lenek Baru, Kecamatan Aikmel, dari 74 ibu hamil terdapat 54 di antaranya mengandung anak yang ditengarai stunting. Kasus ini utamanya disebabkan terjadinya pernikahan dini. Karena itu terdapat lima paket layanan dari pemerintah untuk penderita stunting.

Ia berharap kondisi permasalah di desa yang menimpa perempuan bisa menjadi usulan untuk pembangunan perempuan kedepan.

Sementara itu, dalam musrenbang perempuan disepakati berbagai usulan sebagai kesepakatan akhir dalam rangka penyusunan RKPDes. Usulan itu diantaranya , membangun TPA di masing-masig dusun, Perdes tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), Pelatihan pola asuh anak bagi orangtua, Insentif guru ngaji,  sosialisasi BKB, mengaktifkan BKBM untuk anak-anak, serta beasiswa untk siswa berprestasi. ian