Dia bernama Nuriah. Hidupnya sebatangkara, sendiri ditinggal istri dan anak-anaknya setelah goncangan gempa melanda KLU beberapa waktu lalu.

Ketika dilakukan pelayanan keliling pemenuhan identitas hukum di Desa Dangyang, Kamis (7/2), Nuriah berhasil dijaring kepala Dusun Jelantik, Desa Dangyang, Kecamatan Kayangan, KLU. Ia pun numpang bersama tetangganya dan berjalan tertatih-tatih menuju lokasi.

Jika tidak ada yang mengantarnya, Nuriah tentu saja tidak akan sampai lokasi yang jaraknya 2 km dari kediamannya. Bayangkan, untuk hidup saja susah. Walau mengolah tanah warga, hasilnya tak seberapa. Ia sendiri tinggal di bekas kandang ayam miliknya.

Semula ada bantuan sembako ketika gempa melanda. Belakangan ia harus mengumpulkan sendiri makanan untuk menyumpal perutnya yang keroncongan. Itu dlakukanna seorang diri. Pasalnya, istri dan anak-anaknya sudah meninggalkannya.

“Istri saya pulang ke Lombok Tengah, sudah saya rayu untuk kembali tapi tak mau,” tuturnya dalam bahasa Sasak sebagaimana diteruskan Dedi, relawan LPA NTB di Desa Dangyang. Sang istri yang bernama Saidah memang kembali ke rumah keluarganya. Karena masih trauma gempa bumi dia meninggalkan suaminya.

“Sampai sekarang istri saya tak mau balik lagi,” katanya.

Akhirnya, untuk kebutuhan hidup sehari-hari Nuriah  melakukannya sendiri. Kadang dia meminta belas kasihan tetangganya.

Kadang ketika rindu, Nuriah mencari sang istri ke Lombok Tengah. Dari mana dapat ongkos? Nah, ternyata Nuriah menanti belas kasihan sopir-sopir di KLU. Tidak ada sepeser pun uang dibawa untuk membayar ongkos. Kalau tidak ada yang kasihan kepadanya, dengan terpaksa ia balik lagi.

Ia mengatakan setiap 3-4 bulan mengunjungi sang istri untuk merayunya agar kembali ke Dangyang. Tapi jawabannya tetap seperti semula, “Tidak Mau!”

Walau tidak bercerai, Nuriah mengaku sangat kesepian. Setidaknya sejak gempa melanda, istri dan dua orang anaknya pergi meninggalkannya seorang diri.

Kini Nuriah tengah mengurus KK agar bisa mendapat bantuan sosial dari pemerintah. Namun, untuk hal inipun ia masih tetap bergantung pada orang lain. Bersyukur ada pelayanan kelling yang diinisiasi LPA NTB sehingga Nuriah bisa terlayani walau dari raut wajahnya masih terpendam kesedihan. ian