MATARAM, LPA NTB bersama LPA kabupaten dan kota berupaya berjejaring mengemban isu sustainabilitas program. Selain bekerja sama dengan Pusat Studi Gender dan Anak serta Prodi Pengembangan Masyarakat Islam, UIN Mataram, LPA juga berjejaring dengan Program Inovasi NTB.

Program Inovasi adalah kemitraan antara pemerintah Indonesia dan Australia dalam hal pengembangan pembelajaran yang inovatif untuk peningkatan mutu belajar di sejumlah daerah sasaran di Indonesia.

Pengembangan pembelajaran inovatif ini diharap mampu memacu hasil belajar siswa terutama pada kemampuan membaca (literasi) dan numerasi (berhitung). Pada konteks program kesejahteraan sosial anak integratif yang telah dikembangkan LPA NTB dengan Dinas Sosial dan instansi terkait, isu peningkatan mutu literasi dasar ini tentu menjadi perhatian LPA NTB juga, dengan keyakinan bahwa adalah hak anak untuk berpartisipasi, none should be left behind, untuk mengakses pendidikan dan mendapatkan layanan pendidikan literasi dasar sebagai modal berkembang.

Sekretaris LPA NTB, Sukran, yang diwakili Dr.Muchammadun, dalam rapat pertemuan daring Program Inovasi dengan 11 lembaga jejaring lain, seperti GAGAS Mataram, PPK, LIDI foundation, mendorong program inovasi untuk menfokuskan program pada pemberian akses dan layanan difabel sosial, yaitu anak-anak yang memiliki kesulitan pembelajaran karena pola asuh yang berpotensi mengurangi dukungan tumbuh kembang anak.

Kekurang idealan pola asuh ini bisa jadi disebabkan oleh sejumlah besar orang tua yang menjadi buruh migran atau anak-anak yang berada di Daerah 3T. Isu pokok pendidikan inklusi bisa dipraktikkan lewar cara perhatian layanan individual pada anak disabilitas sosial tersebut.