LPA NTB melibatkan remaja membangun gagasan besar dalam program “Lingkaran Remaja”. Program ini berlangsung sejak Januari – April 2019 melibatkan 20 peserta di 20 desa dengan tujuan para remaja memiliki kontribusi bagi masyarakat dengan membangkitkan segenap potensina

Kriteria remaja yang dilibatkan dalam program LPA NTB-Unicef itu yaitu berusia 10-19 tahun. Karena dalam usia ini remaja tersebut sudah bisa diajak berkomunikasi secara intens, mengeluarkan ide dan memaksimalkan keterampilan yang mereka miliki.

Koordinator Program Psikososial LPA NTB, Warniati, Kamis (7/2), mengemukakan gagasan ini merupakan program Unicef yang ditindaklanjuti LPA NTB.  Hal ini dinilai cocok di NTB mengingat selama ini para remaja kurang dirangkul secara maksmal sedangkan mereka memiliki keahlian yang bisa dimaksimalkan.

“Para remaja dilatih mengenal potensi diri sendiri dan potensi di desa, serta ide yang bisa disesuaikan dengan sumber daya tersebut. Hal ini diharakan berkontribusi bagi kemajuan desa. Misalnya dalam menyuarakan perubahan-perubahan di lingkungannya sesuai bahasa mereka,” paparnya.

Beberapa acara yang sudah digelar masing-masing di 12 desa di Lombok Utara, 4 desa di Lombok Barat dan 4 desa di Lotim.  “Semua desa itu merupakan desa yang terdampak gempa bumi yang memiliki banyak remaja di dalamnya,” ujar Warnati. “Jadi di sini mereka diajarkan berfikir kritis menggunakan kemampuannya untuk bekerjasama dalam tim,” cetusnya.

Pada tahap awal, kata Warniati, remaja dalam “Lingkaran Remaja” dilatih tentang aturan dalam kelompok dan mempersiapkan diri belajar dimasa depan pada 15-22 Januari 2019. Narasumber dari fasilitator remaja itu masing-masing Ferina Futboy (Fasilitatir Remaja Kupang) dan NCH Handayani (konsultan HCD Unicef). Para remaja yang sudah dibuatkan kelompok ini diharapkan mampu menunjukkan potensinya.

Menurut Warnati, LPA kedepan berharap para remaja akan menjadicalon pemimpin muda khususnya sebagai aktifis anak yang berkontribusi bagi masyarakat. Salah satunya menyangkut program “Damai Desaku”, gender, pernikahan usia dini, dan lain-lain.  ian