MATARAM-Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB mengkoordinasi coaching clinic untuk PK Bapas dan Sakti Peksos. Pada tri wulan akhir tahun ini, LPA NTB memperkuat respon perlindungan anak selama pandemi COVID 19 di NTB (Strengthening child protection response during COVID 19 pandemic in NTB).

Strategi yang dilakukan LPA meliputi dua program besar. Pertama dukungan penguatan koordinasi dan pelayanan perlindungan anak penanggulangan COVID 19 khususnya bagi anak tanpa pengasuhan orang tua atau keluarga di NTB. Kedua, dukungan penyediaan kegiatan psikososial untuk anak, pelibatan fasilitator komunitas dan forum anak serta penyebarluasan pesan-pesan kunci.

Salah satu kegiatan penting dalam program kedua yang diadakan oleh LPA NTB adalah empat seri kepelatihan klinis untuk PK Bapas, Sakti Peksos dan perwakilan LPA Kabupaten/Kota di NTB sebagai tenaga kesejahteraan sosial pada manajemen anak yang berhadapan dengan hukum.

Seri pertama dimulai dengan pemahaman bersama para PK Bapas dan Pekerja Sosial mengenai protokol COVID dalam konteks koordinasi rujukan. Seri kedua berfokus pada tema penggunaan media informasi untuk penanganan anak-anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

Sedangkan seri ketiga bertumpu pada cara penanganan dan pengelolaan data dalam konteks ABH, serta seri terakhir pada analisis dan evaluasi penanganan ABH.

Dalam keterangannya, Muchammadun, dari Divisi Litbang dan Publikasi LPA NTB yang juga Lektor Kesejahteraan Sosial UIN Mataram, mengatakan kegiatan bertujuan memberikan wahana profesional development untuk para PK BAPAS dan Sakti Peksos serta pegiat LPA untuk berbagi isu-isu terkini di bidang ABH dan praktik-praktik baik model pencegahan serta penanganannya.

Outcome yang diharapkan dari empat seri kepelatihan klinis ini adalah membaiknya koordinasi, kesadaran pencegahan, dan efektifitas penanganan ABH.