Masyarakat Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, KLU, ramai-ramai mendatangi kantor desa setempat, Selasa (4/3), untuk melengkapi administrasi kependudukan.

Antusiasme masyarakat tidak lepas dari kehadiran langsung pemerintah ditengah-tengah masyarakat. apalagi warga bisa mendapatkan langsung dokumen yang diinginkan.

Warga sendiri mengakui pelayanan keliling LPA (Lembaga Perlindungan Anak) NTB-Unicef bekerjasama dengan Dinas Dukcapil KLU itu diketahui dari mulut ke mulut maupun lewat pengeras suara yang diinisiasi para kader LPA.

Sekdes Tegal Maja, Buyung Darmaji, mengemukakan masyarakat begitu semangat jika ada pelayanan langsung seperti itu. Karenanya, Buyung yakin lebih dari 100 warga menguris identitas hukumnya pada hari itu.

Sebagian warga mengurus berupa KTP. KK. akta kelahiran dan KTA (kartu tanda anak). Di Desa Tegal Maja sendiri yang belum memiliki identitas hukum sekira 10 persen atau 500 warga.

Buyung mengatakan bahwa warga yang belum memiliki identitas hukum disebabkan kekurangpedulian yang beraangkutan. Warga dinilainya belum menganggap identitas hukum itu penting.

“Kecuali jika ada keperluan mendadak seperti sakit, baru mereka buru-buru sibuk mengurusnya,” katanya. Namun, terdapat juga warga yang sudah menyadarinya dan mengurus secara mandiri.

Buyung mengapresiasi kiprah para kader LPA di desa yang melakukan pendekatan kepada masyarakat. “Kami sangat berterima kasih dengan kiprah para kader LPA untuk mempercepat kepemilikan dokumen adminduk warga,” katanya.

Pemdes Tegal Maja yang mewilayahi 11 dusun itu sendiri berupaya melakukan langkah-langkah progresif seperti dengan mendatangi warga. Sesuai dengan harapan Pemda KLU, pihaknya berupaya agar 5000-an warga di desa itu.memiliki identitas hukum termasuk akta kematian warganya yang sudah meninggal dunia.ian