Mataram (9/1) — Menjawab kekhawatiran beberapa personel pelaksana program Child Protection in Emergency Response in Lombok Island kerjasama antara Lembaga Perlindungan Anak Nusa Tenggara Barat (LPA NTB) dengan UNICEF, diselenggarakan kegiatan Orientasi Program.

Kegiatan yang berlangsung sejak hari ini (9/1) hingga Jumat depan (11/1) akan difokuskan pada pembekalan tentang teknis pelaksanaan program dan pemaparan materi terkait program. Sebanyak tiga puluh orang personel pelaksana program dari LPA NTB dan jaringan kabupaten se-pulau Lombok terlibat diskusi hangat dengan nara sumber dari UNICEF, Kementerian Sosial RI, dan PLAN Indonesia terkait gambaran awal program.

Bertempat di Ruang Sangkareang Hotel Lombok Raya, tim nara sumber dari pihak donor memberikan gambaran singkat terkait program psikososial, perkawinan anak, akta kelahiran, dan Program Kesejahteraan Sosial Anak Integratif.

Guna memperdalam pemahaman tentang teknis pelaksanaan program, pada hari kedua dilanjutkan dengan diskusi teknis pelaksanaan program di lapangan. Masing-masing anggota tim melakukan diskusi kelompok membahas rancangan implementasi program di lapangan.

Berbagai masukan dari anggota masing-masing tim program akta kelahiran, pernikahan anak, dan PKSAI selanjutnya dirangkum menjadi kesepakatan bersama untuk implementasi di lapangan.

Rencanananya pada akhir kegiatan orientasi akan dilakukan kunjungan lapangan, yaitu Kabupaten Lombok Utara. Kunjungan bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian rencana program dengan kondisi di lapangan.