LOMBOK TENGAH-Desa Bangket Parak adalah salah satu Desa intervensi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB-Unicef dalam Program Pemenuhan Kepemilikan Akta Kelahiran bagi anak usia 0- 18 tahun melalui program replikasi Pokja Adminduk di 25 desa.

Sebelum menjadi wilayah intervensi LPA, permasalahan dokumen kependudukan menjadi problem utama di desa ini. Untuk memperoleh informasi terkait jumlah data anak saja, tim di lapangan LPA cukup kesulitan memperoleh data pasti berkaitan dengan jumlah anak di desa tersebut.

LPA kemudian menginisiasi agar pihak desa membentuk kelompok kerja (Pokja)  adminduk melibatkan beberapa elemen atau sektor yang ada di masyarakat. Gagasan ini menerima sambutan baik dari pemerintahan desa setempat.

Dihimpunlah warga dari berbagai latarbelakang sektor, antara lain sektor pendidikan yang diwakili oleh perwakilan guru yang ada di desa, untuk elemen kesehatan diwakili oleh unsur bidan atau kader Posyandu. Sementara untuk sektor sosial diwakili oleh unsur LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) maupun panti asuhan yang ada di desa. Tidak ketinggalan unsur pemuda dan tokoh masyarakat yang diwakili oleh Ketua Forum Kepala Dusun.

Setelah Pokja terbentuk dan di SK kan oleh kepala desa, Pokja Adminduk Desa Bangket Parak langsung tancap gas untuk bekerja melakukan pemenuhan hak-hak anak berkenaan dengan identitas hukum mereka. Langkah strategis yang mereka lakukan adalah Pelayanan Keliling “One Day Servis” berbasis dusun. Langkah ini serupa dengan langkah yang ditempuh Dinas Dukcapil Kabupate Lombok Tengah.

Desa Bangket Parak terdiri dari 18 dusun. Karena banyaknya jumlah dusun, dalam melakukan pelayanan pihak Pokja membagi zona yang menggabungkan 3 dusun dalam 1 hari pelayanan pengumpulan data.

Pada pelaksanan “One Day Servis” tersebut, pihak Pokja berkoordinasi dengan seluruh perangkat di tingkat dusun dalam hal sosialisasi kepada masyarakat, pengimputan data, serta mengumpulkan berkas persyaratan masyarakat yang belum memiliki dokumen KK, KTP, Akta Kelahiran. Semua itu kemudian diverifikasi bersama untuk selanjutnya ditindaklanjuti dengan “One Day Servis” dari pihak Disdukcapil Kabupaten Lombok Tengah.

Hasilnya, pada Pelayanan Keliling tahun 2020 tercetak 260 akta kelahiran. Jumlah ini naik dibandingkan data akhir tahun 2019 ketika Desa Bangket Parak sempat juga mendapat Pelayanan Keliling. Kala itu, tercetak 250 akta kelahiran.

Untuk anak yang bahir lahir setelah Pelayanan Keliling Dukcapil, masih dilayani oleh Pokja Adminduk secara konsisten. Data anak baru lahir akan diteruskan oleh Petugas Registrasi Desa (PRD) melalui jadwal reguler setiap minggu di Dukcapil Lombok Tengah.

Data Anak 0-18 tahun di Desa Bangket Parak sampai bulan November yang sudah memiliki akta kelahiran mencapai 1.524 anak. Hanya 5 orang anak saja yang belum memiliki akta kelahiran diakibatkan dokumen-dokumen pendukung orang tuanya belum lengkap. Hal itu  disebabkan anak-anak tersebut lahir dari hasil poligami, sehingga cukup menyulitkan dalam hal pencatatan dokumen orang tuanya.

Jika kasus 5 orang anak itu tuntas, Bangket Parak siap menyandang desa dengan 100 persen penduduknya tuntas akta kelahiran.