Sistem pelayanan yang diterapkan Pokja Identitas Hukum menerima tanggapan positif masyarakat bahkan para kepala desa di luar desa program. Hal ini menyebabkan mereka mengajukan diri sebagai desa replikasi untuk pelayanan dasar tersebut.

LPA NTB-Kompak tidak membatasi ruang lingkup wilayah pada pelaksanaan Percepatan Kepemilikan Identitas Hukum sebatas 39 desa di 4 kabupaten. Bahkan bila perlu memperluas cakupan wilayah melalui pelaksanaan program sejenis (kloning) di desa – desa yang lain yang secara teknik dan kualitas yang sama dengan yang dijadikan contoh program. 

     Karena itulah muncul 15 desa replikasi yang pendanaannya berasal dari partisipasi desa dan masyarakat yang digunakan untuk berbagai kebutuhan pelaksanaan  pelayanan keliling.

     Permintaan itu sendiri tidak lepas dari kinerja yang ditunjukkan Pokja Identitas Hukum Desa yang menuai banyak pujian.

    Pemintaan itu mulai muncul pada bulan Maret 2018 ketika program hendak berakhir. Dengan bekerja cepat, sejumlah desa yang mengajukan diri sebagai desa replikasi program  pada  pelayanan keliling. Uniknya, hasil yang diperoleh cukup signifikan, bahkan ada desa yang capaian dokumen PS2H-nya di atas desa program.

   Sebutlah di Desa Bayan Kecamatan Bayan, Desa Pemenang Barat dan Desa Pemenang Timur Kecamatan Pemenang yang masing-masing hanya melayanan PS2H masing-masing sebanyak 68, 93 dan 74. Namun desa replikasi seperti Senaru dan Mumbul Sari di Kecamatan Bayan berhasil menghimpun masing-masing hingga 102 dan 104.

     Di Kabupaten Lombok Timur desa replikasi seperti Desa Lenek, Desa Kembang Kerang Daya dan Desa Jurit bisa mencapai masing-masing 438, 308 dan 534 dokumen. Sedangkan desa yang sudah menjadi sasaran program seperti Desa Kalijaga Timur, Desa Rarang dan Desa Lenek masing-masing hanya 49, 97 dan 111 dokumen.

     Di Kabupaten Bima Desa Replikasi Tambe Kecamatan Bolo mampu menghimpun 598 dokumen PS2H, disusul Desa Kenanga dengan 305 dokumen dan Desa Tumpu dengan 266 dokumen.  Sedangkan desa dampingan seperti Desa Rasabou hanya 111, Desa Darussalam 182 dan Desa Leu 210 dokumen.

     Sedangkan di Kabupaten Sumbawa Desa Replikasi Selante dan Maronge mampu melayani 292 dan 193, padahal desa dampingan seperti Desa Sepayung hanya 184 dan Desa Motong 151. Itu artinya ada semangat yang begitu tinggi desa-desa replikasi dalam melayani masyarakatnya begitu mengetahui kemudahan yang ditawarkan pada pelayanan keliling bagi masyarakat. Total pelayanan kepada masyarakat di 15 Desa Replikasi mencapai 4.110. yan