SELONG-Pemdes Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, melakukan pendekatan yang memihak rakyat kecil, salah satunya dengan mendanai biaya pengobatan untuk orang gila guna berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Terdapat seidikitnya 20 warga di sana yang mengalami gangguan jiwa.

Ketua BPD Aikmel, Hasan, Kamis (5/8), mengemukakan pendanaan yang dibebankan pada APBDes itu merupakan bentuk kepedulian untuk memulihkan kesehatan warganya. Alhasil, sudah ada beberapa diantaranya yang sembuh. Mereka juga diberi pelayanan berupa dokumen identitas hukum seperti KTP.

Dana yang dibebankan kepada APBDes untuk mengobati sakit warganya yang mengalami gangguan jiwa mencapai Rp 300.000 perorang untuk sekali pengobatan. Jika belum sembuh, anggaran kembali dialokasikan hingga warganya benar-benar sembuh.

Dalam setahun tidak kurang Rp 10.000.000 dana dialokasikan untuk mereka yang mengalami gangguan jiwa. Namun belum seluruhnya bisa dibawa ke RSJ mengingat ada di antara penderita itu yang lebih senang berkeliling di jalan alias tidak diam di rumah.

Hasan mengemukakabn pihaknya berupaya melindungi warganya dari berbagai sisi. Karena itu, untuk warga miskin pun Pemdes setempat menanggung BPJS-nya.

Akta Kematian

Terkait dengan akta kematian, menurut Hasan pihaknya bisa lebih mudah melakukan pendataan mengingat warga setempat yang meninggal dunia 5 tahun belakangan sudah tercatat. Pasalnya, Pemdes Aikmel memiliki Perdes Tata Kelola Pekuburan. ‘Setiap warga yang meninggal dunia dicatat dan diberi nomor sesuai waktu dia meninggal dunia, termasuk di mana letak kuburannya,” urai Hasan.

Karena itu, baik nama, alamat maupun lokasi kuburnya pun mudah diketahui. “Jika mengurus akta kematian tinggal membuka bukunya. Nama-namanya serta kapan dia meninggal lengkap semua,” kata Hasan. Namun, sementara ini pengurusan akta kematian masih relatif minim karena dalam Perdes belum diatur secara rinci kecuali jika keluarga warga bersangkutan memintanya.

Kendati demikian, selama ini tidak pernah ada kegiatan yang masih mencantumkan warganya yang sudah meninggal dunia. Sebutlah seperti mereka yang meninggal menerima bantuan sosial atau masih tercantum dalam DPT Pilkada.