Asisten I Setda Loteng, HL.M.Amin mengemukakan pihaknya akan menggelar Hari Anak Nasional (HAN) secara meriah. “Bumi Tastura akan dipenuhi ciri khas anak agar menjadi inspirasi.  Kita buat ajang yang lebih meriah dari yang dulu di Bencingah,” katanya pada Pembahasan Kebijakan Identitas hukum Dalam Rangka HAN Kabupaten Loteng, di Pemkab setempat, Selasa (9/7)..

Beragam kasus yang menimpa anak seperti soal stunting pun akan dipamerkan dalam sebuah pameran foto sebagai ikhtiar Loteng merubah yang buruk menjadi baik. Disisi lain akan dipamekan pelanggaran-pelanggaran terhadap hak anak. Misal hak asuh dan pola asuh. “Karena penyebab stunting. anak dipaksa menjadi ibu. Kita buat untuk pembelajaran. Bukan ekspose yang jelek, kalau seperti ini akan terjadi  begini,” urainya.

Ia mengaku sempat menangis ketika Wabup Loteng mengatakan anak SMP sudah terjebak narkoba. Karena itu, anak-anak yang sudah insyaf dari cengkeraman narkoba agar dilatih melakukan orasi  untuk menyadarkan mereka yang masih terjebak barang haram itu. “Banyak aktifitas anak yang bisa dielaborasi pada HAN,” katanya

Amin mengaku ingin membuktikan di berbagai sektor kehidupan, Loteng menjadi kabupaten ramah anak. Sebutlah di rumah sakit agar  ada ruang khusus untuk anak. “Seharusnya RS ramah anak, puskesmas ramah anak, sekolah ramah anak. Yang penting dulu peduli. Paling tidak, menuju rumah sakit ramah anak,” katanya seraya menambahkan perlu adanya pelayanan khusus anak-anak.

Ia mencontohkan ada salah satu puskesmas di Sengkol, ruangannya ditata dengan warna-warna cerah sehingga menarik. Anak yang datang ke sana tidak merasa dizolimi. Karena itu, kata dia, minimal di puskesmas atau rumah sakit dibuat ruang rawat anak yang representatif dan tidak menakutkan. Ia pun menantang Direktur RSD Praya berktepatan dengan HAN menjadikan RS Praya ramah anak.

Sementara ini masih banyak persoalan berkenaan dengan anak-anak. Sebutlah anak difabel yang tidak punya informasi ke mana harus sekolah. “Bagaimana hubungan Dinas Sosial dengan anak itu? Sakit perasaan kita,” katanya. Selain itu ada ekspolitasi seseorang melakukan peminjaman anak orang lalu di perempatan dia memintaiminta. “Ternyata bukan anak dia melainkan anak tetangga. Disos harus berani,” tegasnya.

Amin pada kesempatan itu menujuk BP3AP2KB sebagai Koordinator acara Peringatan HAN dan LPA Loteng dan NTB sebagai Koordinator kegiatan.