Pendampingan LPA NTB – Unicef bekerjasama dengan Dinas Dukcapil Lobar di dua kecamatan kabupaten setempat berhasil merampungkan 522 akta kelahiran. Sedangkan ratusan lainnya berupa KTP-e dan Kartu Keluarga (KK).

Perampungan penyelesaian akta kelahiran itu diwarnai serah terima berkas dukomen identitas penduduk di Dukcapil Lobar, Rabu (13/3). Serah terima itu sekaligus sebagai bagan dari MoU yang sudah diteken sebelumnya sebagai bukti keseriusan kedua belah pihak menyelesaikan dokumen adminduk.

Hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Dukcapil Lobar, H.Muridun beserta sejumlah pejabat bidang dan Ketua LPA NTB, H.Sahan, SH yang didampingi para kader.

Hasil pelayanan warga 9 desa di Kecamatan Gunung Sari dan Batulayar diserahterimakan kepada LPA yang kemudian akan didistribusikan ke desa.

Kepala Dinas Dukcapil Lobar, H.Muridun, sebagaimana harapan Bupati Lobar, mengatakan agar kerjasama dengan LPA terus berlanjut. “Kecamatan sisa Narmada dan Lingsar bisa menjadi tambahan,” katanya.
Di 9 desa diantaranya Jeringo, Dopang, Kekait, Guntur Macam, Batulayar, Senggigi, Seteluk, dan Bengkaung, jumlah akta kelahiran yang berhasil dirampungkan mencapai 522 lembar.

Selain akta kelahiran terdapat pula pelayanan KTP-e. Namun, untuk sementara terpaksa diberikan suket karena keterbatasan peralatan.

“Ada 19 ribuaan suket dicetak di Pusat. Baru 6 ribu selesai,” terangnya seraya menambahkan dalam waktu dekat suket akan ditukar dengan KTP. 
    Menurut Muridun, pengalaman penyaluran dokumen dari camat hingga dusun terdapat berbagai persoalan. Sering dijumpai dokumen yang sudah dikirim hilang ditengah jalan. Sebutlah dari pihak Dukcapil dilanjutkan ke camat, dari camat ke kades dan dari kades ke kadus. Namun dokumen tidak sampai kepada warga. Ia berharap pada saat penyaluran harus ada tanda terima.
     Semula Dukcapil sempat bekerjasama dengan kantor pos yang mengantar ke alamat warga. Hanya saja satu KTP biayanya mencapai Rp 2.500. Karena mahal maka dilakukan lewat kecamatan hingga kepada warga yang sering menuai masalah itu. Dalam kaitan kerjasama dengan LPA NTB, ia berharap dokumen bisa langsung diterim warga.
    Muridun menjelaskan dokumen kependudukan sangat penting bagi masyarakat. Dalam soal ini, Dukcapil hanya ditugaskan melayani administrasinya. Karena itulah ia meminta para kades jika mengetahui warganya belum memiliki dokumen agar disiarkan agar segera mengurusnya.

    Sayangnya, banyak kadfes tidak mengetahui warganya yang punya atau tidak punya dokumen dengan alasan mereka langsung mengurus ke Dukcapil Lobar. Hal itu diakui Sekdes Kekait, Habibi Hariri.

   “Jangan baru ada keperluan baru mengurus,” cetus Muridun. Ia kemudian menuturkan warganya di Lingsar yang sempat dianjurkan mengurus dokumen. Warga yang sudah tua itu menjawab dengan cuek dan tak peduli dengan alasan sudah tua. “Tak lama muncul gempa baru mereka ramai ramai mengurus untuk keperluan memenuhi persyaratan penerima bantuan,” katanya.
    Ia minta kades agar menyampaikan kepada masyarakat lewat corong masjid. Walau pihaknya hanya memiliki satu unit alat rekam, Dukcapil siap memberika pelayanan ekstra dimalam sabtu dan minggu.

    Muridun menambahkan, Lobar menargetkan dokumen kependudukan tuntas 100 persen tahun ini. Karena itu, “Setelah tuntas pencetakan masal, sepanjang tak ada masalah, pola pelayanan kita rekam langsung cetak,” katanya. Apalagi tahun ini sebagai tahun politik masyarakat butuh KTP.
Ketua LPA, NTB H.Sahan, dalam kesempatan itu mengatakan target LPA NTB dalam penyelesaian akta kelahiran di 4 kabupaten di NTB sebanyak 10 ribu. Khusus di Lobar, “LPA sedang merancang di Kecamatan Lingsar dan Narmada,” ujar Sahan. 
    Kata dia, dokumen adminduk sudah menjadi kebutuhan pemerintah untuk kepentingan masyarakat. Karena itulah pihak Dukcapil turun dan perlu memotivasi masyarakat, terutama para kades yang mesti menggerakkan masyarakatnya.