KLU, Sekda Kabupaten Lombok Utara,Drs.H.Raden Nurjati, menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Sistem Pelaksanaan Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI) pada 3 Agustus lalu. Terdapat empat point penting yang ditekankan Sekda kepada dinas terkait dalamsuratnya tertanggal 12 Agustus 2020.

Dalam Rencana tidaklanjut itu Sekda menekankan masing-masing :

Pertama,Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melakukan revisi terhadap Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak termasuk rencana kerja terintegrasi antar OPD.

Kedua, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk segera membuat peta sebaran sasaran kelompok rentan pada perempuan dan anak yang dilengkapi dengan analisis kebutuhan intervensi program dan kegiatan dari masing-masing sasaran.

Ketiga, Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata agar mengidentifikasi peran kebudayaan dalam pencegahan pernikahan usia anak dan bentuk-bentuk diskriminasi lainnya pada perempuaan dan anak.

Keempat, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlndungan Anak,Dinas Kesehatan,RSUD, dan Bagian Hukum berkoordinasi dalam ketentuan pengaturan pembiayaan visum et repertum gratis bagi korban kekerasan pada perempuan dan anak, baik di pelayanan kesehatan dasar maupun pelayanan kesehatan rujukan.

Kelima, Memperkuat komunikasi melalui WAG “PKSAI KLU” dalam pelaksanaan dan pemantauan kegiatan pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak.ian