Satu per satu berdatangan. Pagi pun riuh oleh celoteh keakraban. Terlihat tawa lebar saat bersalaman. Terulas senyum kecil saat bersapaan. Demikian sebuah temu menghadirkan kehangatan keluarga besar Lembaga Perlindungan Anak Nusa Tenggara Barat (LPA NTB). Kehangatan seketika tercipta di Lesehan Taufiq II Suranadi Lombok Barat. Ini berkat LPA NTB dengan dukungan The Asia Foundation (TAF) yang telah menyelenggarakan Gathering Aparat Penegak Hukum (APH) Sahabat Anak dan Kick Off Program Peningkatan Kapasitas PK Bapas. Kegiatan selama sehari pada hari Senin tanggal 14 Mei 2018 ini berhasil menghadirkan sekitar 100 orang APH beserta unsur-unsur terkait perlindungan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) lainnya.

Sambutan Perwakilan TAF Jakarta, Mohamad Kusadriyanto (Dok. Pribadi)

Acara yang difasilitasi oleh Event Organizer (EO) setempat ini berlangsung seru. Diawali dengan pembukaan yang dilanjutkan sambutan dari Perwakilan TAF dan kick off Program Peningkatan Kapasitas PK Bapas oleh Ketua LPA NTB. Sebelum melakukan kick off, terlebih dahulu Sahan menjelaskan tentang tujuan pelaksanaan kegiatan.

“Kegiatan ini merupakan sebuah upaya untuk mencairkan hubungan kerjasama antarpihak terkait penanganan ABH secara informal.”

Kick Off Program Peningkatan Kapasitas PK Bapas oleh Ketua LPA NTB, Sahan, S.H. (Dok. Pribadi)

Lebih lanjut lagi, menurut ketua yang menjabat sejak tahun 2015 ini, kerjasama yang telah terbentuk selama ini masih belum optimal karena adanya keseganan dan keengganan membuka kerjasama. Dalam akhir sambutannya, Sahan menginginkan agar semua pihak terkait penanganan ABH senantiasa menjaga komunikasi dan koordinasi guna optimalisasi.

Komunikasi dan koordinasi ini selanjutnya diawali melalui low impact games yang disiapkan oleh EO. Berbagai macam games yang dilakukan membutuhkan komunikasi dan koordinasi sesama anggota tim. Hal inilah yang selanjutnya menjadi modal awal dalam menjalin kerjasama yang lebih hangat antarpihak terkait ke depannya.

Hal ini sesuai dengan testimoni dari salah seorang peserta kegiatan, Muhtar Kusuma Atmaja. Menurut pria yang akrab disapa Muhtar ini, berkumpul antarjejaring merupakan suatu hal yang membuatnya antusias mengikuti kegiatan. Lebih lanjut Muhtar mengatakan bahwa ke depannya kegiatan semacam ini harus dijadwalkan sebagai kegiatan tahunan demi lebih tercapainya kesepakatan bersama dari semua jejaring yang ada dalam hal penanganan ABH.

Bagaimanapun juga ini merupakan momentum awal yang menandai berlangsungnya program peningkatan Pembimbing Kemasyarakatan Bapas yang diselenggarakan oleh LPA NTB dengan dukungan TAF. Sebuah upaya yang layak diapresiasi dengan ikut menyukseskan setiap kegiatan yang telah disusun setidaknya sampai bulan Januari 2019.

~ mo ~