Waguh Hj.Sitti Rohmi Djalillah

MATARAM- Sukses menerapkan protokol kesehatan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah semata. Virus hanya bisa dilawan dengan kedisiplinan semua pihak. Oleh karena itu NTB menegakkan protokol covid dengan mengeluarkan Perda Pencegahan Penyakit Menular pertama di Indonesia.

Hal itu mengemuka dalam Talkshow Lindungi Anak dari Covid 19 yang digelar LPA NTB bekerjasama dengan Plan International Indonesia dan PKK NTB, yang disiarkan langsung RRI Mataram, Senin (5/9). Tampil sebagai narasumber masing-masing Wakil Gubernur Hj.Sitti Rohmi Djalillah, Ketua TP PKK NTB, Hj.Niken Saptarini,  Ketua Ikatan Dokter Anak NTB Nurhandini Eka Dewi, Kepala DP3P2AKB Husnadiaty Nurdin, Direktur Esekutif Yayasan Plan International Indonesia Dini Widiastuti, dan psikolog Pujiarrohman.  Acara dibuka Ketua LPA NTB, H.Sahan SH.

Waki Gubernur NTB, Hj.Sitti Rohmi Djalillah mengemukakan melawan covid adalah mengubah mindset masyarakat. Ia membenarkan menggunakan masker tidak nyaman, akan tetapi inilah pilihan untuk beraktifitas yang  aman dan produktif.

“Kalau seluruh masyarakat NTB menerapkan protokol covid maka bisa aman. Termasuk bicara anak-anak sering kali lalai. Orangtua pakai masker anak tidak. Itu sama saja dengan mengumpan anak dengan potensi bahaya. Ada anak yang kena covid setelah diajak ke pasar. Ini membutuhkan peran orantua untuk menjaga kesehatan anak-anaknya dan mendampingi anak-anak dalam belajar,” papar Wagub.

Menurut Wagub, selama covid anak-anak dipaksa sekolah dari rumah. Sehingga, orangtua harus memiliki usaha eksta. Jika sebelumnya menyerahkan anak-anak ke guru, kini ekstra keras mendampngi anak-anak.

“Kalau kesulitan harus konsultasi dengan gurunya. Guru harus terbuka dan tidak bicara waktu membimbing siswa untuk belajar. Sedangkan orangtua tidak boleh cuek. Kalau cuek yang jadi korban adalah anak,” tandas Wagub.

Ia mengingatkan perlunya kesadaran seluruh pihak untuk mengedukasi. Karena itu pula Wagub memaparkan Pemprov  NTB mengaktifkan posyandu keluarga. “Tak enak pakai masker, tidak enak pula tidak pakai masker dan lebih tidak enak lagi kena covid 19,” katanya.

Menurutnya, regulasi dibuat agar penanganan covid bisa dilaksanakan dengan baik untuk hidup aman dan produktif.

“Alhamdulilah smua pihak mendukung, menjadi tim sangat solid bersama daerah. Tinggal satu kata mendorong masyarakat menegakkan protokol covid,” katanya seraya menambahan agar menjadikan rumah sebagai tempat bermain yang baik bagi anak sehingga anak-anak aman terlindungi. ian